Tampilkan postingan dengan label Metodelogi Penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metodelogi Penelitian. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Desember 2013

Model Spiral

          Model Spiral (spiral model) memasangkan iteratif pada model model prototipe dengan kontrol dan aspek sistematik yang diambil dari model air terjun.  model spiral menyediakan pengembang cepat dengan perangkat lunak yang memiliki versi yang terus bertambah fungsinya.
          Pada iterasi awal maka yang dihasilkan adalah prototipe sedangkan pada iterasi akhir yang dihasilkan adalah perangkat lunak yang sudah lengkap . Model spiral dibagi menjadi beberapakerangka aktifitas atau disebut juga wilayah kerja (task region). Banyak wilayah kerja biasanya diantaran tiga sampai enam wilayah sebagai berikut :

  • Komunikasi dengan pelakan (customer communication) : aktifitas ini diperlukan untuk membangun komunikasi yang efektif antara pengembang (developer) dan pelanggan (customer)
  • Perencanaan(planning) : aktifitaas ini diperlukan untuk mendefinisikan sumber daya , waktu dan informasi yang terkait dengan proyek.
  • Analisis resiko (risk Analysis) : aktifitas ini diperlukan untuk memperkirakan resiko dari segi teknis maupun manajemen.
  •  Rekayasa (Engineering): aktifitas ini diperlukan untuk membangun satu atau lebih representasi dari aplikasi perangkat lunak


Selasa, 29 Oktober 2013

Model Iteratif

Model Iteratif mengombinasikan proses-proses pada model air terjun dan iteratif pada model prototipe. Model inkremental akan menghasilkan versi-versi perangkat lunak yang sudah mengalahkan penambahan fungsi untuk setiap pertambahannya (inkremen/increment). Berikut adalah gambar dari model inkremental:

  Model inkremental dibuat untuk mengatasi kelemahan dari model air terjun  yang tidak mengakomodasi iterasi, dan mengatasi kelemahan dari metode prototipe yang memiliki proses terlalu pendek dan setiap iteratif prosesnya tidak selalu menghasilkan produk(bisa jadi hanya prototipe). Model inkremental menghasilkan produk/ aplikasi  untuk setiaap tahapan inkremen.

Model inkremen sangat cocokdigunakan jika staf yang dimiliki  memiliki pergantian (turnover) yang tinggi sehingga staf tidak dapat terus ikut dalam pengembang perangkat lunak. Mekanisme tahapan inkremental perlu direncanakan terlebih dahulu agar hasil produksi dan pengerjaan setiap tahapan inkremaen menjadi lebih baik.

Metodelogi Waterfall

Model SDLC air terjun (waterfall) sering juga disebut model skuensial linier (squensial linier) atau alur hidup klasik (classic life cycle). Model air terjun menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara skuensial atau terurut dimulai dari analisis, desain, pengkodean, pengujian, dan tahap pendukung (support). Berikut adalah gambar model air terjun:

Gambar. Ilustrasi model waterfall


  • Analisis kebutuhan perangkat lunak : proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk menspesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahamiperangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user. Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak pada tahap ini perlu untuk didokumentasikan.
  • Desain : Desain perangkat lunak adalah proses multilangkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data arsitertur perangkat lunak, representasi antarmuka, dan prosedur pengodean. Tahap ini mentranslasi kebutuhan perangkat lunak dari tahap analisis kebutuhan ke representasi desain agar dapat diimplementasikankan menjadi program pada tahap selanjutnya. Desain  prarangkat lunak yang dihasilkan pada tahap ini juga perludidokummentasikan.
  • Pembuatan kode program : Desain harus ditranslasikan kedalam program perangkat lunak. Hasildari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain.
  • Pengujian : Pengujian fokus pada perangkat lunak secara dari segi lojik dan fungsionaldan memastikan bahwa semua bagian sudah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai yang diingikan.
  • Pendkung (support) atau pemeliharaan (maintensnce) : Tidak ditutup kemungkinan sebuah perangkat lunak mengalami perubahan ketika sudsh dikirimksn ke user. Perubahan bisa terjadi karena adanya kesalahan yang muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian atau perangkat  lunak harus beradaptsi dengan lingkungan baru. Tahap pendukung atau pemeliharandapat mengulangi proses pengembangan mulai dari analisis spesifikasi untuk perubahan perangkat lunak yang sudah ada, tapi tidak untuk membuat perangkat lunak baru.